Cari Blog Ini

Memuat...

Formulir Order via Email

Nama

Email *

Pesan *

Home » » Pencegahan Batu-Batu Empedu

Pencegahan Batu-Batu Empedu

Written By M Imron Pribadi on Rabu, 26 Oktober 2011 | 18.59


Pencegahan Batu-Batu Empedu

Adalah lebih baik jika batu-batu empedu dapat dicegah daripada dirawat. Pencegahan batu-batu empedu kolesterol adalah dapat dikerjakan karena ursodiol, obat asam empedu yang melarutkan beberapa batu-batu empedu kolesterol, juga mencegah mereka dari pembentukan. Kesulitannya adalah mengidentifikasi suatu kelompok dari individu-individu yang berisiko tinggi untuk mengembangkan batu-batu empedu kolesterol selama suatu priode waktu yang relatif pendek sehingga durasi (lamanya) dari perawatan pencegahan dapat dibatasi. Satu kelompok macam ini adalah individu-individu yang kegemukan yang kehilangan berat badan secara cepat dengan diet-diet yang sangat rendah kalori atau dengan operasi. Risiko batu-batu empedu pada kelompok ini adalah setinggi 40%-60%. Lagi pula, ursodiol telah ditunjukan pada beberapa studi-studi adalah sangat efektif pada pencegahan batu-batu empedu pada individu-individu ini.

Dapatkah Gejala-Gejala Berlanjut Setelah Pengangkatan Batu-Batu Empedu ?

Pengangkatan batu-batu empedu (cholecystectomy) seharusnya mengeliminasi semua gejala-geala yang berhubungan dengan batu-batu empedu kecuali pada tiga situasi-situasi:
  1. batu-batu empedu ditinggalkan pada saluran-saluran,
  2. ada persoalan-persoalan dengan saluran-saluran empedu sebagai tambahan pada batu-batu empedu, dan
  3. batu-batu empedu pernah dan bukan penyebab gejala-gejala.
Kemungkinan batu-batu empedu dalam saluran-saluran dapat dikejar dengan MRCP, endoscopic ultrasound, dan ERCP. Hanya ada satu persoalan dengan saluran-saluran yang dapat menyebabkan gejala-gejala yang menyerupai batu-batu empedu, dan itu adalah suatu kondisi yang jarang yang disebut sphincter of Oddi dysfunction, didiskusikan dibawah.
Saluran empedu common mempunyai suatu dinding yang berotot. Beberapa centimeter terakhir dari otot saluran empedu common segera sebelum saluran bergabung dengan duodenum terdiri dari sphincter of Oddi. Sphincter of Oddi mengontrol aliran empedu. Karena saluran pankreatik biasanya bergabung dengan saluran empedu common segera sebelum ia memasuki duodenum, sphincter juga mengontrol aliran cairan dari saluran pankreatik. Ketika otot dari sphincter mengencang, ia menutup aliran dari cairan empedu dan pankreatik. Ketika ia mengendur, cairan empedu dan pankreatik mengalir kedalam duodenum, contohnya, setelah makan. Sphincter mungkin menjadi luka parut, dan saluran dipersempit oleh luka parut. Penyebab dari luka parut tidak diketahi. Sphincter juga mungkin menjadi kejang secara sebentar-sebentar. Pada kedua kasus, aliran dari cairan empedu dan pankreatik mungkin berhenti dengan tiba-tiba secara sebentar-sebentar, meniru efek-efek dari suatu batu empedu, terutama yang menyebabkan biliary colic dan pankreatitis.
Diagnosis dari sphincter of Oddi dysfunction dapat menjadi sulit untuk dibuat. Tes diagnosis yang terbaik memerlukan suatu prosedur endoskopi dengan tipe endoskopi yang sama seperti ERCP. Sebagai pengganti dari pengisian saluran-saluran dengan zat pewarna (dye), bagaimanapun, tekanan didalam sphincter diukur. Jika tekanan adalah abnormal tinggi, luka parut atau kejang adalah mungkin. Perawatan untuk sphincter of Oddi dysfunction adalah sphincterotomy. Pengukuran dari enzim-enzim hati dan pankreas dalam darah juga mungkin bermanfaat untuk mendiagnose disfungsi sphincter.

Share this post :

Poskan Komentar

Entri Populer