Cari Blog Ini

Memuat...

Formulir Order via Email

Nama

Email *

Pesan *

Home » » Merawat Batu-Batu Empedu

Merawat Batu-Batu Empedu

Written By M Imron Pribadi on Rabu, 26 Oktober 2011 | 18.53


sumber http://www.totalkesehatananda.com

Pengamatan (Observasi)

Kebanyakan batu-batu empedu adalah diam/bunkam.
  • Jika batu-batu empedu yang bungkam ditemukan pada seorang individu yang berumur 65 tahun (atau lebih tua), kesempatan mengembangkan gejala-gejala dari batu-batu empedu adalah hanya 20% (atau kurang) dengan aggapan suatu jangka waktu kehidupan dari 75 tahun. Pada keadaan ini, adalah layak untuk tidak merawat individu ini.
  • Diantara individu-individu yang lebih muda, tidak ada perawatan juga mungkin adalah tepat jika individu-individu mempunyai penyakit-penyakit serius yang mengancam nyawa, contohnya, penyakit jantung yang serius, yang kemungkinan memperpendek jangka waktu kehidupan mereka.
  • Pada sisi lain, pada individu-individu muda yang sehat, perawatan harus dipertimbangkan bahkan untuk batu-batu empedu yang bungkam karena kemungkinan-kemungkinan individu mengembangkan gejala-gejala dari batu-batu empedu melalui suatu waktu kehidupan akan menjadi lebih tinggi. Sekali gejala-gejala mulai, perawatan harus direkomendasikan karena gejala-gejala yang lebih lanjut adalah mungkin dan komplikasi-komplikasi yang lebih serius dapat dicegah.

Cholecystectomy

Cholecystectomy (pengangkatan kantong empedu secara operasi) adalah perawatan standar untuk batu-batu empedu didalam kantong empedu. Operasi mungkin dilakukan melalui suatu sayatan perut yang besar atau secara laparoskopi melalui tusukan-tusukan kecil dari dinding perut. Operasi laparoskopi berakibat pada nyeri yang lebih sedikit dan suatu kesembuhan yang cepat. Cholecystectomy mempunyai suatu angka komplikasi-komplikasi yang rendah, namun komplikasi-komplikasi yang serius semacam kerusakan pada saluran-saluran empedu dan kebocoran empedu adakalanya terjadi. Juga ada risiko yang berkaitan dengan pembiusan umum yang adalah perlu untuk kedua tipe operasi. Persoalan-persoalan setelah pengangkatan kantong empedu adalah sedikit. Pencernaan tidak terpengaruh, dan tidak perlu ada perubahan diet. Diare kronis terjadi pada kira-kira 10% dari pasien-pasien.

Sphincterotomy dan Pencabutan Batu-Batu Empedu

Adakalanya sebuah batu empedu mungkin tersangkut dalam saluran-saluran empedu hepatik atau common. Pada situasi-situasi macam ini, biasanya begitu juga ada batu-batu empedu didalam kantong empedu, dan cholecystectomy adalah perlu. Adalah mungkin untuk mengeluarkan batu empedu yang tersangkut dalam saluran pada saat operasi, namun ini mungkin tidak selalu bisa. Suatu cara-cara alternatif untuk mengeluarkan batu-batu empedu dalam saluran sebelum atau sesudah cholecystectomy adalah dengan sphincterotomy yang diikuti oleh pencabutan batu empedu.
Sphincterotomy melibatkan pemotongan otot dari saluran empedu common (sphincter) pada penggabungan dari saluran empedu common dan duodenum dalam rangka untuk mengizinkan akses yang lebih mudah pada saluran empedu common. Pemotongan dilakukan dengan suatu alat electrosurgical yang dilewatkan melalui tipe endoskop yang sama yang digunakan untuk ERCP. Setelah sphincter dipotong, alat-alat dapat dilewatkan melalui endoskop dan keatas kedalam saluran-saluran hepatik dan empedu common untuk menangkap dan menarik keluar batu empedu atau untuk meremukkan batu empedu. Adalah juga mungkin untuk memasukkan suatu alat lithotripsy yang menggunakan gelombang-gelombang suara berfrekwensi tinggi untuk memecah batu empedu. Komplikasi-komplikasi dari sphincterotomy dan pencabutan batu-batu empedu termasuk pembiusan umum, perforasi (pelubangan) dari saluran-saluran empedu atau duodenum, perdarahan, dan pankreatitis.

Terapi Pelarutan Oral

Adalah mungkin untuk melarutkan beberapa batu-batu empedu kolesterol dengan obat yang dikonsumsi secara oral. Obat ini adalah suatu asam empedu yang terjadi secara alami yang disebut ursodeoxycholic acid atau ursodiol (Actigall, Urso). Asam-asam empedu adalah salah satu dari pembersih-pembersih (detergents) yang dikeluarkan oleh hati kedalam empedu untuk melarutkan kolesterol. Walaupun seorang mungkin mengharapkan terapi dengan ursodiol bekerja dengan meningkatkan jumlah asam-asam empedu dalam empedu dan dengan demikian menyebabkan kolesterol dalam batu-batu empedu untuk larut, mekanisme dari aksi ursodiol sebenarnya adalah berbeda. Ursodiol mengurangi jumlah kolesterol yang dikeluarkan dalam empedu. Empedu kemudian mempunyai kolesterol yang lebih sedikit dan menjadi mampu melarutkan kolesterol dalam batu-batu empedu.
Ada keterbatasan-keterbatasan yang penting pada penggunaan ursodiol:
  • Ia hanya efektif untuk batu-batu empedu kolesterol dan tidak untuk batu-batu empedu pigmen.
  • Ia bekerja hanya untuk batu-batu empedu yang kecil, kurang dari 1-1.5 cm dalam diameternya.
  • Memakan waktu satu sampai dua tahun untuk batu-batu empedu untuk larut, dan banyak batu-batu empedu terbentuk kembali setelah peghentian perawatan.
Disebabkan keterbatasan-keterbatasan ini, ursodiol umumnya digunakan hanya pada individu-individu dengan batu-batu empedu yang lebih kecil yang kemungkinan mempunyai suatu kandungan kolesterol yang sangat tinggi dan yang berisiko tinggi untuk operasi karena kesehatan yang buruk. Adalah juga layak untuk menggunakan ursodiol pada individu-individu yang batu-batu empedunya yang mungkin telah terbentuk karena suatu peristiwa yang singkat, contohnya, kehilangan berat badan yang cepat, karena batu-batu empedu tidak diharapkan timbul kembali setelah pelarutan yang penuh sukses.

Extracorporeal shock-wave lithotripsy

Extracorporeal shock-wave lithotripsy (ESWL) adalah suat metode yang jarang digunakan untuk merawat batu-batu empedu, terutama yang tersangkut dalam saluran-saluran empedu. Generator-generator ESWL menghasilkan gelombang-gelombang kejut diluar tubuh yang kemudian difokuskan pada batu empedu. Gelombang-gelombang kejut memecah batu empedu, dan potongan-potongan batu empedu yang dihasilkan mengalir kedalam usus kecil dengan sendirinya atau dicabut secara endoskopi seperti pada sphincterotomy.

Share this post :

Poskan Komentar

Entri Populer