Cari Blog Ini

Memuat...

Formulir Order via Email

Nama

Email *

Pesan *

Home » » Kekeliruan-Kekeliruan Yang Berpotensi Dari Diagnosa Batu-Batu Empedu

Kekeliruan-Kekeliruan Yang Berpotensi Dari Diagnosa Batu-Batu Empedu

Written By M Imron Pribadi on Rabu, 26 Oktober 2011 | 18.52


Sumber http://www.totalkesehatananda.com

Biasanya, adalah tidak sulit untuk mendiagnose batu-batu empedu. Persoalan-persoalan timbul, bagaimanapun, karena kelaziman yang tinggi dari batu-batu empedu yang bungkam dan batu-batu empedu yang sekali-kali yang sulit didiagnose.
Jika seorang pasien mempunyai gejala-gejala yang adalah khas untuk batu-batu empedu, contohnya, biliary colic, cholecystitis, atau pankreatitis, dan mempunyai batu-batu empedu pada ultrasonography, biasanya sedikit yang dapat atau perlu dilakukan untuk mempertunjukan bahwa batu-batu empedu menyebabkan episode kecuali pasien mempunyai persoalan-persoalan medis yang ruwet.
Jika episode-episode adalah tidak khas untuk batu-batu empedu, bagaimanapun, batu-batu empedu apa saja yang ditemukan mungkin adalah bungkam (silent). Batu-batu empedu yang bungkam ini mungkin adalah penonton-penonton bisu, dan yang paling pentng, mengangkat batu empedu secara operasi tidak akan merawat persoalan yang akut atau mencegah episode-episode yang berikutnya. Sebagai tambahan, penyebab yang nyata (riil) dari persoalan tidak akan dikejar. Dalam suatu situasi seperti ini, ada suatu keperluan untuk mempunyai bukti lebih lanjut, lain daripada kehadiran mereka semata-mata, bahwa batu-batu empedu menyebabkan episode. Bukti semacam itu dapat diperoleh selama suatu episode atau segera setelah itu.
Jika ultrasonography dapat dilakukan selama suatu periode nyeri atau peradangan yang disebabkan oleh batu-batu empedu, adalah mungkin untuk menunjukan suatu kantong empedu atau saluran empedu yang membesar yang disebabkan oleh halangan saluran-saluran empedu oleh batu-batu empedu. Ini kemungkinan memerlukan ultrasonography lagi setelah episode telah hilang dalam rangka untuk menunjukan bahwa kantong empedu sungguh-sungguh telah lebih besar selama episode daripada sebelumnya atau sesudah episode. Adalah lebih mudah untuk mendapatkan ultrasonography yang diperlukan jika episode berlangsung beberapa jam, namun adalah jauh lebih sulit untuk memperoleh ultrasonography secara cukup cepat jika episode belangsung hanya 15 menit.
Pendekatan lain adalah menguji darah untuk enzim-enzim hati dan pankreas yang abnormal. Keuntungan disini adalah bahwa enzim-enzim, walaupun tidak selalu meningkat, dapat meningkat selama dan untuk bebeapa jam setelah suatu episode nyeri dan peradangan yang berhubungan dengan batu empedu, jadi mereka mungkin abnormal bahkan setelah episode telah surut. Adalah penting untuk mengingat, bagaimanapun, bahwa enzim-enzim adalah tidak spesifik untuk batu-batu empedu, dan adalah perlu untuk meniadakan penyebab-penyebab hati dan pankreas lain untuk enzim-enzim abnormal.
Adakalanya, episode-episode nyeri atau peradangan mungkin kurang lebih adalah khas dari batu-batu empedu, namun transabdominal ultrasonography mungkin tidak menunjukan batu-batu empedu atau penyebab lain dari episode-episode. Dalam kasus ini, adalah perlu untuk memutuskan apakah kecurigaan batu-batu empedu adalah tinggi atau rendah sebagai suatu penyebab dari episode-episode. Jika kecurigaan adalah rendah karena gejala-gejala yang kurang khas, adalah mungkin layak hanya untuk mengulangi ultrasonography, memperoleh suatu OCG, dan/atau menguji kelainan-kelainan dari enzim-enzim hati atau pankreas. Jika kecurigaan adalah tinggi karena gejala-gejala yang lebih khas, adalah layak untuk pergi bahkan lebih jauh dengan endoscopic ultrasonography, ERCP, dan duodenal drainage. Sebelum prosedur-prosedur "invasive" ini, beberapa dokter-dokter merekomendaskan MRCP; bagaimanapun, peran yang tepat dari MRCP masih belum jelas.

Share this post :

Poskan Komentar

Entri Populer